Laman

My Only Sunshine 3

Part 3

"Sondy aku bahkan belum pernah mendengar nama perusahaan ini!" Evan berkata skeptis. "Black Company Ltd.? Apakah itu perusahaan yang legal ? Bahkan namanya saja sudah aneh Son." Evan menghempaskan dirinya diatas sofa. "Louis katakan padanya! apa dia tidak merasa aneh ?"
Sondra mengerang. "Oh ayolah Evan! Kalau tidak dicoba mana mungkin kita tahu kan ? Sondra bersikeras dengan keputusannya.

"Tapi Sondy, akupun meragukan perusahaan ini. Bagaimana jika perusahaan ini hanya kedok dari organisasi ilegal ? Kau bahkan tidak mengirimkan cv mu ke perusahaan ini kan ? dan tiba-tiba kau mendapatkan panggilan. Apa itu tidak cukup mencurigakan ?" Louis memegang surat panggilan dan membacanya sekali lagi. "Dan lihatlah Son, kau sudah ditempatkan di divisi yang cukup penting. Mereka bahkan tidak menginterview dirimu Sondy sayang."

Sondra berkerut. Benar juga perkataan Louis. ini terlalu mudah untuknya. Namun bagaimana jika memang Dewi Fortuna sedang berbaik hati dan membantunya ? mana mungkin dia melewatkan begitu saja kesempatan emas ini. Lagipula zaman sekarang sangat sulit bersaing dengan ikan-ikan besar untuk mendapatkan umpan. Benar kan ? Disamping itu kemalangan apalagi yang bisa diterima Sondra ? Semua pernah dia alami, jadi dia bertekad untuk terus melaju walaupun nama perusahaan tersebut sedikit fishy.

"Aku akan tetap kesana Louis." kata Sondra dengan tenang.

"APA ?!" Louis dan Evan hampir meledak bersamaan. Bukannya mereka berlebihan atau semacamnya. namun ini kota besar. Semua transaksi ada disini semua. Narkoba ? Check. Pelacur ? Check. Human Trading ? Check. Organ dalam ? Check. Bahkan penjualan daging manusia saja bisa ada dalam daftar. Sangat penting bagi Louis dan Evan untuk tetap bersama dan saling melindungi keluarga kecil ini.

"Tinggalkan kesempatan ini Son. Demi apapun juga aku telah mencari-cari profil perusahaan ini di internet tapi nihil." Evan frustasi.
Sondra menghela nafas. "Oke oke. Aku akan langsung angkat kaki jika aku lihat gedung perusahaan itu tidak terlihat seperti perusahaan bonafit. Oke ? Kalian tenang ?" Sondra mencoba mengendalikan situasi tersebut.

Evan dan Louis terdiam begitu lama. "Bagaimana ?"tekan Sondra. Mereka tetap diam. Perasaan khawatir masih menggelayuti. "Deal atau tidak ?" Sondra sedikit mengeraskan suaranya.
louis dan Evan saing bertatapan dan kemudian menurunkan bentengnya. "Oke." jawab Louis lirih.

xxxx



Sondra membanting pintu taxi dibelakangnya. Kini didepan Sondra telah berdiri sebuah gedung yang menjulang tinggi diatas kepalanya. Sombong, angkuh dan seperti tak terkalahkan. Inikah perusahaan Black Company Ltd. itu ? Mana mungkin perusahaan ini ilegal. Terlihat jauh malah dari kata itu. Orang-orang berlalu lalang masuk dan keluar dari pintu utama.Sondra sedikit ragu untuk melangkahkan kaki. Kata-kata Evan dan Louis masih menggelayuti punggungnya."Miss ada yang bisa saya bantu ?" seorang lelaki yang memiliki badan besar dan mengenakan kacamata itu menyapa Sondra dengan sopan. Sondra sedikit canggung. "Ya please. Kemarin saya mendapat surat panggilan ini." Sondra menunjukkan surat tersebut.

"Mari miss, saya antar anda kedalam."kata lelaki itu. Ternyata dia penjaga gedung ini, pikir Sondra.
"Silakan miss. Tunjukkan surat tetrsebut ke resepsionis disini."Lelaki itu menunjuk sebuah bar resepsionis yang tampak mewah. "Nanti anda akan diantar oleh seseorang yang ada disana."Sondra mengangguk pelan sebagai ucapan tanda terimakasih. Segera dia melangkah menuju meja tersebut. Dengan cepat mata Sondra menyapu sekelilingnya. Nampak jelas didinding dekat meja ressepsionis tersebut tercetak dengan anggunnya nama perusahaan. BLACK Ltd. Yah memang nampaknya perusahaan ini dapat dipercaya.

Seorang wanita dengan tampilan yang rapi dan rambut disanggul keatas sudah menantinya dengan senyum ramah.

"Permisi, Ada yang bisa saya bantu ?"

Sondra tersenyum membalas. "Ya please. Dimana saya harus pergi jika saya mendapat surat ini ?" Sondra menunjukkan surat panggilan kerja yang ia terima. Segera tanpa basa-basi wanita tersebut menawarkan diri untuk mengantar Sondra. Seiring dia meninggalkan meja kerja seseorang sudah menggantikan posisinya untuk menjaga tempat tersebut.

Wanita tersebut ssegera memencet nomor 35 saat mereka sudah didalam lift. segera mesin tersebut mengangkat mereka ke atas. "Congratulation miss atas pekerjaan anda." wanita tersebut membuka percakapan. "Congratulation ?" Sondra bertanya dengan canggung. Namun wanita tersebut hanya tersenyum. "Saya sudah diterima kerja ? Saya bahkan belum melakukan Interview dengan perusahaan ini."

"Bos kami sangat selektif dalam memilih asistennya miss. Jika anda sudah terpilih artinya bos kami sudah cocok dengan anda. Beliau tidak suka merepotkan diri sendiri dengan sistem interview untuk perekrutan asistennya."

Sondra hanya mengangguk pelan. merasa sangat beruntung sekali padahal beberapa minggu kebelakang dirinya sangat putus asa mencari pekerjaan.

Saat lift berbunyi Sondra segera mengetahui bahwa dia sudah selangkah lebih dekat dengan bos yang sangat baik hati tersebut. Wow.. kerja tanpa wawancara ? langka bukan ?
"Silahkan miss. Anda dapat masuk keruang tersebut."wanita resepsionis menunjuk sebuah pintu besar yang kokoh terbuat dari kayu. "Anda dapat memcet tombol bel yang ada dipintu tersebut."

Dengan pelan Sondra melangkah kedepan pintu itu. Pintu gagah itu tidak memiliki handle sama sekali. Hanya bel dan sebuah mesin scanner jari untuk membukanya. Dengan hati berdegup kencang Sondra memencet bel tersebut dan tak lama kemudian pintu itu terbuka.

"Permisi."Sondra melangkah masuk. Ruangan tersebut sangat luas. Disamping kirinya terdapat sepasang meja dan kursi kerja yang ia yakini akan menjadi mejanya jika Sondra benar-benar bekerja disini. Disebelah kanannya sofa empuk berwarna abu-abu tua tergelat nyaman. Sedangkan ditengah ruangan tersebut berdiri dengan kokohnya meja kayu yang sangat besar dengan beberapa kertas berserakan diatasnya dan dua buah komputer yang pasti digunakan bosnya untuk bekerja. Dibelakang meja tersebut adalah jendela yang sangat besar. Seluruh kota adalah pemandangannya. Dan diantara dua hal tersebut terdapat kursi bosnya. Dia tampak sedang menikmati pemandangan kota yang hiruk pikuk.

"Permisi Mr..." Dan seketika Sondra terbelalak kaget saat bosnya memutuskan untuk menghadapi dirinya.

"Hallo Sondra Good Morning."ujarnya sambil tersenyum. Tampan sekali.

"Juan...." hanya itulah yang dapat dikatakan Sondra.


Ricky Martin aka LOUIS
Zeke du Plessis aka Evan

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

0 Response to "My Only Sunshine 3"

Posting Komentar