Laman

My Only Sunshine

Part 1


Setelah hampir 10 tahun lamanya, Sondra Wilson bertemu dengan Juan Alfonso teman semasa kecilnya yang kini telah bertransformasi menjadi penyanyi tenar di Spanyol dan Hollywood. Walau Sondra telah mengalami perubahan yang drastis dari gadis berkuncir dua menjadi seorang wanita dewasa yang sekarang mampu menarik para pria, namun ia tak urung jua mengagumi perubahan yang terjadi pada teman kecilnya itu. Juan. Tampan, gagah, maskulin, dan "keren"? dengan darah latin yang mengalir padanya membuat kesempurnaan jelas tercetak diwajah Juan.
Dan disinilah mereka. Duduk berhadapan disebuah meja salah satu kafe di pinggran kota. Jauh dari hiruk-pikuk yang mencekik bagi mereka berdua.

"Aku tak pernah menyangka akan bertemu kau disini Sondra. Ini sudah hampir 10 tahun lamanya kita tak bercakap seperti ini." Juan merapatkan jari-jarinya didepan perut. Duduk dengan santai sambil memandangi Sondra dengan intens. Membuat Sondra sedikit gugup karena merasa terintimidasi dengan tatapan itu.
"Yah, dunia memang sempit bukan? Kukira kau lupa denganku yang orang biasa ini." Sondra tersenyum.
"Hahaha" Juan terkekeh mendengar penuturan Sondra. Ia membenahi posisi duduknya dan sekarang menatap Sondra lebih intens. "Mana munkin aku lupa pada cinta pertamaku sendiri?"--pertanyaan retorik. Raut muka Juan serius saat melontarkan pertanyaan itu.

Sondra benar-benar gugup sekarang. Ia gelisah ditempat duduknya. Wajahnya semerah tomat dan ia bagai kehilangan kata-kata untuk menjawab Juan. Tawa Juan segera meledak dengan kerasnya. "Kau memerah Son.. Tak berubah sama sekali kau selama ini. Tetap menjadi si lugu Sondra." Suara Juan kembali serius. "Santailah Son.. Itu hanya masa lalu. Aku senang sekali bertemu kau disini."
Sondra malu bukan main. Tak pernah ia duga akan dipermainkan oleh kata-kata Juan. Dan bodohnyaia sempat-sempatnya untuk bersemu hanya karena sentilan masa lalu. Masa lalu yang sudah lama sekali. Sondra mendehem untuk mengembalikan kesadarannya. "Aku juga senang bertemu kau disini. Tampaknya kau telah menjadi seseorang sekarang. Namamu dielu-elukan kaum hawa." Juan terssenyum mendengar itu. "Sebenarnya bukan ini yang kuharapkan, tapi mau bagaimana lagi sudah terlanjur. Jadi kau ngapain sekarang Son ?"
"Aku......" belum sempat Sondra menjawab, dering telepon memutus percakapan mereka. Telepon Juan tentu saja. Sondra mana mungkin menerima telepon dijam-jam kerja begini. Dia hanyalah penganguran sekarang.
"Ya aku segera kesana."--jeda--"Santailah dude. Aku hanya mencari udara bebas untuk dihirup tanpa orang-orang mengenaliku."--jeda cukup lama--"Oke katakan padanya untuk menunggu. Aku menemukan sesuatu yang spesial disini."matanya mengedip pada Sondra. "Beri aku 1 menit." dan Juan mengakhiri teleponnya. Apa-apaan tadi ? Juan mengedip pada Sondra ? The Hell ?
"Maafkan aku Son. Sesuatu yang cukup mendesak terpaksa mengganggu kita. Jadi bisakah aku memiliki nomormu ? kita bisa hang out bersama lain waktu atau chill together in another chance sama seperti kita dulu?"
Sondra terbelalak. WTH Juan. Apakah dia menganggap Sondra tinggal dibawah batu sehingga tak mengetahui bahwa Juan sedang menjalin asmara dengan salah satu aktris ternama Hollywood ? Dan dia seenaknya meminta nomor Sondra seakan dia tak punya pacar sama sekali.NO! BIG NO! Sondra tak akan memerikan nomornya. Juan bukan orang biasa. Dia Superstar. Jika media mengendus hubungannya dengan Juan walaupun hanya sekedar teman, bisa runyam hidup Sondra.
"Terimakasih Juan untuk obrolan kita. Aku rasa kita tak perlu melanjutkan obrolan kita. Ku rasa cukup sampai disini saja." Sondra segera berdiri dan tersenyum lalu meninggalkan Juan dalam kebisuan. "Oh ya Juan.." Sondra berbalik kebelakang menghadap Juan. "Those coffees on me. Anggap saja traktiran kawan lama." dan Sondra benar-benar meninggalkan Juan sendirian di cafe itu.
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

0 Response to "My Only Sunshine"

Posting Komentar