Laman

My Only Sunshine 2

Part 2

"Jadi apa yan akan kau kerjakan sekarang Sondy?" seorang pria 3 tahun lebih tua dari Sondra menghardiknya. "Kau bodoh sekali! Juan bisa saja menjadi kesempatanmu untuk mendapatkan pekerjaan yang layak. Sulit sekali Son bersaing dikota ini walaupun kau memiliki bakat tapi tak bertemu dengan kesempatan."
Sondra mengerang frustasi. Dia memang baru saja kehilangan pekerjaan beberapa hari sebelum tak sengaja bertemu dengan Juan. Perusahaan tempat ia bekerja memecat bbesar-besaran sebagian karyawan karena hampir pailit. Sialnya Sondra berada didalam daftar karyawan yang di PHK. Saat ia bertemu denan Juan pun sebenarnya ia ingin melamar sebagai seorang waitress di kafe tersebut. Namun seperti jatuh tertimpa tangga ia bertemu dengan Juan dan terpaksa mengurungkan niat melamar pekerjaan ditempat itu. Bahkan karena egonya ia malah harus mengeluarkan uan ekstra untuk mentraktir Juan. "Dengar Louis.. aku tak ingin memanaatkan dia karena dia seorang entertain yang bergelimang uang dan mampu memberikanku pekerjaan. Aku tak ingin ia menganggapku seperti sampah yang menjilati pantatnya karena uang."

Louis meradang. "Itu bukan memanfaatkan dalam artian negatif Son! tapi kau menggunakan koneksi untuk mencari pekerjaan. Kau pikir tagihan-tagihan bulanan tak akan berdatangan walaupun kau tak tampak seperti sampah ?" Louis menghela nafas. "Carilah pekerjaan Son!" suaranya melembut. "Aku tak mampu jika harus menangung sewa gedung dan lain sebagainya sendiri. Aku belum siap menjadi gelandangan."
"Pasti Louis." Sondra menatap mata Louis penuh kayakinan dan memeluknya erat.

Hanya dia--Louis dan adiknya--Evan yang Sondra punya. Orangtuanya meninggal beberapa tahun yan lalu tanpa meninggalkan sepeserpun harta warisan. Kehidupan orangtua Sondrapun dapat dibilang pas-pasan, dan kini ia dan adik harus bergelut memerangi kejamnya ibu kota dengan kekuatan mereka sendiri. Evan adalah seorang bertender di club ternama ditengah kota, sedangkan Louis adalah teman Sondra yang putus kuliah karena masalah biaya. Dan ia bekerja sebagai sekretaris perusahaan yang cukup beken karena otak Louis yang cemerlang. Namun Sodra tak bisa menggantungkan hidupnya pada Evan dan Louis. Ia harus menjalani hidup dengan kekuatannya sendiri.
"Jadi apa langkahmu berikutnya Son ?" Louis melepas pelukannya dan menatap mata Sondra dengan sungguh-sungguh.
"Aku akan mengirim cv ke semua perusahaan yang pas dengan kemampuanku. Jika memang tidak ada yang memanggilku untuk bekerja, aku akan mencoba melamar di club tempat Evan bekerja."Raut wajah Sondra menjadi layu. "Beri aku waktu 1 bulan Louis." lanjutnya.
Louis hanya dapat menghela nafas panjang."Baiklah Sondy. 1 bulan. Tidak kurang."

xxxx

Pria itu menekan beberapa nomor yan ada di dial teleponnya. Dibalik meja besar mewahnya dia duduk dengan tegap. Didepannya terserak berbagai dokumen penting yang sedang ia cerna dan pelajari.
"Atur beberapa pertemuan untuk klien secepat mungkin."katanya setelah teleponnya tersambung. "Dan kosongkan jadwalku untuk minggu ketiga bulan ini. Aku ada urusan penting yang tidak bisa ditunda." dan seketika pria itu menutup teleponnya. "Ketemu kau.."senyumnya puas.

xxxx

Sudah hampir satu bulan dan Sondra belum juga mendapatkan panggilan pekerjaan. Louis sendiri mulai gelisah karena terbayang dibenaknya tagihan yang cukup besar harus ditanggung seorang diri. Kini Sondra hanya bisa pasrah. Semoga saja salah satu perusahaan melirik cv nya. Ia sangat berharap banyak pada pekerjaan di perusahaan. Dia tak mau bekerja diclub sebaga penari streaptease. Namun jika tak ada panggilan yang datang padanya, ia akan melakukan pekerjaan itu. Sondra tak mau merepotkan Louis yang sudah banyak membantunya. Walaupun itu artinya ia harus membuka kenangan lama. Kenangan yang hidup dimasa-masa kelam Sondra.
Berharap
Berdoa
Berharap
Berdoa
Kini dua hal itu yang Sondra tahu.

She is Sondra in my imagination

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

0 Response to "My Only Sunshine 2"

Posting Komentar